Ada beberapa point di tahun 2009 yang bisa dijadikan resolusi di tahun 2010 (jika Allah berkenan):
1. Orang brengsek guru sejati
Setelah hampir putus asa memimpin project yang tidak berkesudahan,
tapi tidak mau menunjukkan ke anak buah (supaya tidak tambah stress)
ditambah user yang ‘sulit’ ( user or me ?) akhirnya project berhasil go live
1 des 2009. Disini Aku benar-benar mendapatkan guru sejati yaitu user yang ‘sulit’ tersebut, tanpa mereka Aku tidak akan pernah tahu dimana atas kesabaranku. Alhamdullillah. Tahun 2010, Aku berharap mendapatkan guru yang lebih ‘brengsek’ lagi.
2. Doa yang tiada putus
Akhirnya Farhan (anak sulung ku) berhasil lulus SD dan diterima di SMP Negeri Favorit RSBI. Dimana secara nilai akademis adalah mustahil baginya untuk bersekolah disitu. Sebelumnya tiap selesai sholat, Ia memang selalu berdoa dengan khusyuk, sebagai seorang Ibu tentu aku juga berdoa untuknya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT: Kun Fayakun. Alhamdullilah. Tahun 2010, Jangan pernah putus berdoa
3. Ikhlas-kan
Beberapa kali uang dipinjam oleh beberapa teman dengan janji yang sangat pasti untuk mengembalikan, namun janji hanyalah janji sebatas di SMS saja, SMS terkirim hutang lunassss. 1 kali tas (berisi uang 3 juta, HP, Kacamata, Selendang sutra) lenyap digondol perempuan bermuka seperti Tukul (perempuan apa bencong sih?) 1 kali ditipu makelar pembantu, minta duit untuk pulang kampung, janjinya bawa 4 orang, ternyata hilang tak berbekas (ditelan ratu pantai selatan kali..) “Ya Allah Tuhan dari sesuatu yang hilang. Ya Tuhan yang memberikan petunjuk dari kesesatan, kembalikanlah barangku yang hilang” lho? Ikhlas nggak sih? Tahun 2010, Ya Ikhlas.. Ikhlas
4. Berkurban
Idul Adha 17 Dec09 yang lalu, Farhan tanya “Bunda mau kurban kambing atau sapi?” ha? kambing aja masih pikir-pikir apalagi sapi?.. “Bunda, kalau Aang punya uang sih, abang mau deh berkurban..” ihh… (dalam hati malu sama anak). Langsung Aku ajak Farhan ke tempat penjualan hewan kurban. Kambing ukuran sedang pun naik ke atas ojek menuju lapangan masjid, berkumpul dengan teman seperjuangannya. Tahun 2010, Jangan pernah ragu untuk berkurban, so.. menabunglah dari sekarang!
5. Putri remajaku
Rifa si bungsu sudah memasuki Akil baliq, sebagai Ibu ternyata susah melawan kehebatan Google si mesin pencari informasi. Dari A-Z soal haid, Rifa ternyata sudah dan lebih mengerti. Tahun 2010, Harus rajin ber-google tentang informasi seputar kehidupan anak ABG nih..
6. Papi berpulang kepada sang khalik
Setelah berjuang melawan hepatoma selama 1.5 tahun, akhirnya pada tgl 24 dec09 beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Selamat jalan pi.. Aku cukup surprise dan terharu melihat pelayat yang datang diluar perkiraan kami. Setelah proses kremasi, hanya bubuk putih (tulang yang telah dilumatkan) yang terlihat. Selanjutnya sesuai pesan almarhum, abu ditaburkan di laut, hilang tidak berbekas. oh dunia yang fana! Tahun 2010, Mungkinkah giliran aku? Only Allah knows.
7. Kelas utama
Pada saat yang bersamaan dengan kepergian papi, Farhan terkena thypus dan demam dengue. What a hectic week! Saat mendaftar ke Rumah sakit, langsung minta kelas III. “Maaf bu, yang ada tinggal kelas utama dan VIP” kata resepsionist sambil buka tabel tarif kamar. “Ada sih yang kelas III extention..” katanya lagi. “Apa itu extention ?..” tanyaku berharap ada ruang yang kosong (pokoknya jangan kelas utama dan VIP deh). “Extention itu ruang tunggu yang dijadikan tempat perawatan, isinya 6 orang, adanya di lantai 3, tidak ada WC, kalau mau ke toilet harus ke lantai 4″ “Sintiang..” Aku memaki dalam hati. Akhirnya Kelas utama jadi pilihan terpaksa kami. Setelah dirawat selama 7 hari, Tgl 31 Dec09, Farhan diperbolehkan menghabiskan malam tahun baru dirumah. Farhan pun mulai berangsur pulih. Alhamdullillah. Tahun 2010, Just let it be.. it is beyond our control.. kalau memang rejeki nya kelas utama jangan ditolak.. atau biar lebih sure beli assuransi
)
Happy new year!