RSS Feed

Temanku disangka teroris!

Meskipun aku belum membaca buku “Temanku teroris” karangan Noor Huda Ismail, namun membayangkan disangka teroris saja sudah cukup menakutkan.

Bermula dari kisah temanku Ely dan suaminya yang sedang mencari kontrakan rumah, dikarenakan rumah yang sekarang dihuni akan dijual oleh pemiliknya.
Setelah cukup lama mencari, akhirnya didapatlah sebuah rumah sederhana berukuran tidak lebih dari 96 m2 di sebuah tempat terpencil di daerah serpong. Harga pun telah disepakati oleh kedua belah pihak dan Karena sudah harus angkat kaki dari kontrakan rumah yang lama, maka temanku berkeras segera menempati kontrakan baru pada malam itu juga..
Begitu mobil pick-up yang membawa sebagian barang-barang tiba di-depan rumah kontrakan yang baru, terlihat beberapa warga sekitar menghadang.
Ely : “Ada apa pak” ?
Pemilik kontrakan : “Maaf Bu, kami keberatan Bapak dan Ibu pindah kesini, jika tidak ada alasan yang jelas”
Ely : “Lho, memangnya kenapa pak?”
Pemilik kontrakan : “Yaaa.. ngggg.. karena warga curiga dengan kepindahan yang tiba-tiba ini.. warga takut kalau Bapak dan Ibu adalah teroris!”
Ely : “Teroris?”
Pemilik kontrakan : “Ya.. teroris.. karena Ibu memakai jilbab yang panjang dan Bapak juga berjenggot..”
Ely : “Astagfirullah..”

Setelah mendapat penjelasan yang panjang dan surat keterangan dari ketua RT rumah kontrakan yang lama, Ely dan suaminya akhirnya baru bisa menempati rumah tersebut keesokan harinya. Alhamdullilah.

A Place called home (2)

Akhirnya rumah impian telah menjadi kenyataan,  3 July 2010 yang lalu rumah tersebut mulai kami tempati.  Alhamdullilah..

A Place called home (1)

Posted on

Tidak terasa Sudah hampir 6 bulan, rumah kami yang sederhana diratakan dengan tanah dan akan segera menjelma menjadi sebuah rumah yang bagi kami sungguh adalah suatu anugerah (Alhamdullilah.. Allah yang rahman dan rahim).

Dahulu, dari dalam rumah inilah banyak kisah mengalir. rumah yang dihuni oleh sembilan anggota keluarga, bisa bayangkan betapa hiruk pikuknya setiap pagi. Aku berangkat kuliah, adik-adik ke sekolah, orang tua ke toko.. dan kemudian Aku kerja, adik-adik mulai kuliah, orang tua masih tetap ke toko.. Babak berikutnya satu persatu anggota keluar dari rumah tersebut, Aku dan adik-adikku menikah dalam waktu yang berdekatan. dan masih.. orang tua tetap ke toko..

Sampai akhirnya rumah tersebut kosong..Orang tua pindah ke Perumahan alam sutera dan rumah kembali ditempati oleh Aku, suami dan anak-anak.. Karena rumah sudah cukup tua, akhirnya kami memutuskan untuk membangun kembali rumah tersebut (dengan seijin Allah).

Rasanya sudah tidak sabar ingin segera menempati rumah kami yang baru.. seperti apa ya rupanya?

Catatan akhir tahun 2009

Ada beberapa point di tahun 2009 yang bisa dijadikan resolusi di tahun 2010 (jika Allah berkenan):

1. Orang brengsek guru sejati
   Setelah hampir putus asa memimpin project yang tidak berkesudahan,
   tapi tidak mau menunjukkan ke anak buah (supaya tidak tambah stress)
   ditambah user yang ‘sulit’ ( user or me ?) akhirnya project berhasil go live
   1 des 2009.     Disini Aku benar-benar mendapatkan guru sejati yaitu user yang ‘sulit’ tersebut,    tanpa mereka Aku tidak akan pernah tahu dimana atas kesabaranku.  Alhamdullillah.    Tahun 2010, Aku berharap mendapatkan guru yang lebih ‘brengsek’ lagi.

2. Doa yang tiada putus
   Akhirnya Farhan (anak sulung ku) berhasil lulus SD dan diterima di SMP Negeri Favorit RSBI.    Dimana secara nilai akademis adalah mustahil baginya untuk bersekolah disitu.  Sebelumnya tiap selesai sholat,  Ia memang selalu berdoa dengan khusyuk, sebagai seorang Ibu tentu aku juga   berdoa untuknya.   Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT: Kun Fayakun.  Alhamdullilah.    Tahun 2010, Jangan pernah putus berdoa

3. Ikhlas-kan
   Beberapa kali uang dipinjam oleh beberapa teman dengan janji yang sangat pasti untuk   mengembalikan, namun janji hanyalah janji sebatas di SMS saja, SMS terkirim hutang lunassss.     1 kali tas (berisi uang 3 juta, HP, Kacamata, Selendang sutra) lenyap digondol perempuan    bermuka seperti Tukul (perempuan apa bencong sih?)    1 kali ditipu makelar pembantu,  minta duit untuk pulang kampung, janjinya bawa 4 orang,    ternyata hilang tak berbekas (ditelan ratu pantai selatan kali..)    “Ya Allah Tuhan dari sesuatu yang hilang. Ya Tuhan yang memberikan petunjuk dari kesesatan,    kembalikanlah barangku yang hilang”  lho? Ikhlas nggak sih?    Tahun 2010, Ya Ikhlas.. Ikhlas

4. Berkurban
   Idul Adha 17 Dec09 yang lalu, Farhan tanya “Bunda mau kurban kambing atau sapi?” ha?    kambing aja masih pikir-pikir apalagi sapi?.. “Bunda, kalau Aang punya uang sih, abang mau deh berkurban..”   ihh… (dalam hati malu sama anak).   Langsung Aku ajak Farhan ke tempat penjualan hewan kurban. Kambing ukuran sedang pun naik  ke atas ojek menuju lapangan masjid, berkumpul dengan teman seperjuangannya.    Tahun 2010,  Jangan pernah ragu untuk berkurban, so.. menabunglah dari sekarang!
  
5. Putri remajaku
   Rifa si bungsu sudah memasuki Akil baliq, sebagai Ibu ternyata susah melawan kehebatan   Google si mesin pencari informasi. Dari A-Z soal haid, Rifa ternyata sudah dan lebih mengerti.    Tahun 2010,  Harus rajin ber-google tentang informasi seputar kehidupan anak ABG nih..

6. Papi berpulang kepada sang khalik
   Setelah berjuang melawan hepatoma selama 1.5 tahun, akhirnya pada tgl 24 dec09 beliau  menghembuskan nafas terakhirnya.  Selamat jalan pi..    Aku cukup surprise dan terharu melihat pelayat yang datang diluar  perkiraan kami.   Setelah proses kremasi, hanya bubuk putih (tulang yang telah dilumatkan) yang terlihat.  Selanjutnya sesuai pesan almarhum, abu ditaburkan di laut, hilang tidak berbekas.   oh dunia yang fana!    Tahun  2010,  Mungkinkah giliran aku? Only Allah knows.
  

7. Kelas utama
   Pada saat yang bersamaan dengan kepergian papi, Farhan terkena thypus dan demam dengue.    What a hectic week!    Saat mendaftar ke Rumah sakit, langsung minta kelas III. “Maaf bu, yang ada tinggal kelas utama dan VIP”  kata resepsionist sambil buka tabel tarif kamar.    “Ada sih yang kelas III extention..” katanya lagi. “Apa itu extention ?..” tanyaku berharap ada ruang yang kosong   (pokoknya jangan kelas utama dan VIP deh). “Extention itu ruang tunggu yang dijadikan tempat perawatan,   isinya 6 orang, adanya di lantai 3, tidak ada WC, kalau mau ke toilet harus ke lantai 4″    “Sintiang..”  Aku memaki dalam hati. Akhirnya Kelas utama jadi pilihan terpaksa kami.    Setelah dirawat selama 7 hari, Tgl 31 Dec09,  Farhan diperbolehkan menghabiskan malam tahun baru dirumah.   Farhan pun mulai berangsur pulih.  Alhamdullillah.    Tahun 2010, Just let it be.. it is beyond our control.. kalau memang rejeki nya kelas utama   jangan ditolak.. atau biar lebih sure beli assuransi :) )

Happy new year!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.