HP Dalam Ember

Pagi-pagi menjelang mau berangkat kerja..
“Yah..handphone yang bunda titip kemarin mana ya?” tanyaku pada suami
“Ada sama Farhan..” katanya
“Bang.. mana HP bunda?” tanyaku kepada anakku, mulai was was..
“Nggak tahu deh.. kayaknya ada di saku celana jeans abang..” katanya sambil asyik merapikan tali sepatunya
“Hah??, terus celana nya sekarang dimana?”
“Ada di-ember, lagi direndam sama si mbok..” katanya mulai tersadar.
“Buru-buru Ia lari ketempat cucian, namun terlambat celana jeans sudah direndam dalam ember..”
“Yaaaaaa…. basah bunda..” katanya.
HP dengan kedua sayapnya terbang jauh (seperti gambar kartun anak-anak) melintas dikepalaku.
“Hi…hi.. HP bunda bagus loh.. ada aquariumnya” kata si bungsu sambil mengguncang-guncangkan HP tersebut.
“Aku cuma bisa tersenyum kecut, membayangkan rupiah yang akan mengucur keluar dari kantong..

Kidzania, Real life miniature

anak-anak.jpg

Diam diam aku sudah merencanakan mengajak anak-anak dan keponakan ke Kidzania, tanpa memberitahukan mereka, aku dan adik-adik sudah reserve untuk hari Jum’at tgl 21 Desember 2007 (bela-belain ambil no paid leave lagi) maklum saja saat ini Kidzania sedang laris manis, kabarnya sampai januari 2008 sudah fully booked. Dengan gerombolan 8 anak dan 3 dewasa, berangkatlah kami ke Pacific Place Lt6. 

Kebanyakan pengunjung belum tahu bahwa ticket masuk sudah habis, alhasil banyak yang pulang dengan kecewa, iba juga melihat raut kecewa anak-anak yang sudah begitu bersemangat.

Kesan pertama, Ide nya sangat kreatif, positif dan unik, Petugas yang ramah dan cukup profesional, semuanya terlihat di-manage dengan rapi.

oh ya semua anak-anak dapat sebutan Bapak dan Ibu, sampai-sampai keponakan berumur 5 tahun bertanya “Bunda, kenapa sih aku dipanggil Bapak?”

Pertama kali anak-anak yang berumur 6-13 tahun bisa membuat SIM (Surat ijin mengemudi), kemudian menabung di Bank (mata uang nya bernama KIDZOS), selanjutnya perjalanan pun dimulai..

Ada sekitar 50 an simulasi pekerjaan / profesi yang bisa dilakoni anak-anak. Dari Tukang semir, Dokter, Pilot, Polisi, Pesulap, Aktor sampai dengan Arkeolog..

Setiap pekerjaan yang dilakoni anak-anak mendapat upah.. Sedangkan untuk entertainment misal:salon, sewa mobil, belajar di Universitas dan belajar cara mebuat permen/coklat/pizza, anak-anak harus mengeluarkan Kidzos nya..

Dan hasilnya ternyata anak-anak yang sudah mengerti ‘how to make money’ lebih pelit dalam hal pengeluaran.

Di outlet pabrik permen, terlihat antrian anak-anak yang cukup panjang..
Petugas pun memberikan briefing kepada anak-anak..
“Bapak Ibu sekalian, sekarang ini kita akan belajar cara membuat permen untuk itu Bapak Ibu sekalian harus membayar 10 Kidzos..”
Anak-anak saling berpandangan dan serentak berseru “Nggak mauuuu…”
“Tapi nanti Bapak Ibu dapat membawa pulang paket permen nya lho” kata si petugas membujuk. “Nggak mauuuuu, permen nya nggak enakkkkk…” dan beberapa anak-anak pun bubar mencari outlet lain yang ‘menghasilkan uang (?)’

He..he.. sekali bocah tetap bocah…

Selamat Hari Ibu!

farhanrifa.jpgKalau Farhan yang lucu dan periang, beda dengan adiknya Rifa yang serius dan galak (ini kata abangnya).
Tanggal 22 Desember 2007 hari ibu kemarin, Rifa ternyata sudah membuat puisi untuk bundanya, namun puisi tersebut terlanjur dibocorkan abangnya kepadaku..

Jadilah Rifa uring-uringan, tak urung hidung abangnya kena cakaran kukunya.
Untuk mencari dukungan ‘membuat surprise’, maka didatangilah ayahnya..

“Yah, Adek mau kasih surprise ke bunda, tapi Abang tuh.., udah kasih tahu duluan..
sebel adek jadinya” katanya menggerutu
“Ya deh..sama ayah aja kasih surprisenya” balas Ayah
“Tapi ayah jangan bilang-bilang bunda ya.. janji ya.. surprise?”
“Iya..iya…”
“OK deh..” Akhirnya Ia tersenyum lebar
“Tapi yah… surprise nya apa ya?” tanyanya bingung.

Sepulang dari kerja sorenya, ternyata surprise nya adalah banner-banner yang ditempel
di kamar “Selamat hari Ibu.. Bunda”, “Adek Love Bunda”, plus tumpahan perasaannya yang dituangkan dalam lukisan.
Biasanya Si bungsu memang lebih memilih menulis daripada verbal untuk berkomunikasi denganku..
Lain dengan Abangnya yang spontan, “Selamat hari ibu ya Bunda, Abang sayang bunda! Didunia ini abang sayang 4 orang” katanya…
“Bunda, bunda, bunda dan Ayah” katanya sambil nyengir-nyengir lucu.

Dan seperti biasa aku menulis surat balasan untuk putriku.

Ahh..Indah nian anak-anak yang Allah titipkan kepada kami…

Hewan Qurban Farhan

“Bunda, jangan lupa beli kambingnya ya..” Si Sulung Farhan mengingatkan aku.
“Abang jadi mau qurban lagi ?” Tanyaku memastikan, karena tahun lalu Dia rela
menyerahkan seluruh ‘angpao’ lebarannya untuk qurban, padahal aku tahu dia sangat ingin memiliki PS2 seperti temannya.
Berarti tahun ini pun Ia rela melepaskan keinginan nya untuk membeli sesuatu dari tabungannya.
“Ya lah.. buat tabungan akhirat..” ujarnya lagi, cukup surprise juga aku mendengar ucapan anak berumur 10 tahun ini.
Sejak itu, setiap hari tiada hentinya Ia bertanya
“Jadinya kambing atau Domba?”
“Warnanya apa?”
“Beli dimana?”
“Nanti mau di-qurban di mesjid mana? dan seterusnya..

Akhirnya pada hari Tgl 20 Desember 2007 yang lalu, hewan qurban Domba diserahkan ke sebuah mesjid didaerah serpong.

Tunai sudah amanah seorang anak kepada orangtuanya..
Kadang aku sering merenung ternyata dalam beberapa hal, anak justru adalah guru kita

« Newer entries · Older entries »